• Kontak Kami
  • Hotline : +6287838841714
  • WhatsApp : +6287838841714
  • BBM : D6AD88B6

Kontak Kami

( pcs) Checkout

# PELATIHAN TEMATIK JUNI 2017 JAM 09.00 WIB DI KANTOR NASA: 03 JUNI "PENINGKATAN PRODUKSI BUDIDAYA IKAN GURAME" | 17 JUNI "TRIK MEMILIH MAKANAN SEHAT SAAT LEBARAN" ; 10 JUNI " MENGATASI HAMA & PENYAKIT PADA TANAMAN LADA. # UNTUK SEMENTARA WAKTU PRODUK NATURAL CALSEA PLUS (NCL) DAN LULUR PUTIH (NLP) TIDAK DAPAT DI ORDER SAMPAI ADA INFORMASI KEMBALI.
Beranda » Info Terbaru » Kenali Penyebab dan Gejala HIV/AIDS

Kenali Penyebab dan Gejala HIV/AIDS

Diposting pada 19 Agustus 2017 oleh

Kenali Penyebab dan Gejala HIV/AIDS – HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urine.

Gejala HIV Dan AIDS

Infeksi HIV muncul dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah serokonversi (Periode waktu tertentu di mana antibodi HIV sudah mulai berkembang untuk melawan virus.). Tahap kedua adalah masa ketika tidak ada gejala yang muncul. Dan tahap yang ketiga adalah infeksi HIV berubah menjadi AIDS.

#1 Tahap Pertama
Orang yang terinfeksi virus HIV akan menderita sakit mirip seperti flu. Setelah ini, HIV tidak menimbulkan gejala apa pun selama beberapa tahun. Gejala seperti flu ini akan muncul beberapa minggu setelah terinfeksi. Masa waktu inilah yang sering disebut sebagai serokonversi. Diperkirakan, sekitar 8 dari 10 orang yang terinfeksi HIV mengalami ini. Gejala yang paling umum terjadi adalah:

  • Tenggorokan sakit
  • Demam
  • Muncul ruam di tubuh, biasanya tidak gatal
  • Pembengkakan noda limfa
  • Penurunan berat badan
  • Diare
  • Kelelahan
  • Nyeri persendian & otot

Gejala-gejala di atas bisa bertahan selama satu hingga dua bulan, atau bahkan lebih lama. Ini adalah pertanda sistem kekebalan tubuh sedang melawan virus. Tapi, gejala tersebut bisa disebabkan oleh penyakit selain HIV. Kondisi ini tidak semata-mata karena terinfeksi HIV.

Lakukan tes HIV jika Anda merasa berisiko terinfeksi atau ketika muncul gejala yang disebutkan di atas. Tapi perlu diingat, tidak semua orang mengalami gejala sama seperti yang disebutkan di atas. Jika merasa telah melakukan sesuatu yang membuat Anda berisiko terinfeksi, kunjungi klinik atau rumah sakit terdekat untuk menjalani tes HIV.

#2 Tahap Kedua
Setelah gejala awal menghilang, biasanya HIV tidak menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun. Periode ini disebut sebagai masa inkubasi, atau masa laten. Virus yang ada terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh. Pada tahapan ini, Anda akan merasa sehat dan tidak ada masalah. Kita mungkin tidak menyadari sudah mengidap HIV, tapi kita sudah bisa menularkan infeksi ini pada orang lain. Lama tahapan ini bisa berjalan sekitar 10 tahun atau bahkan bisa lebih.

#3 Tahap Ketiga atau Tahap Terakhir Infeksi HIV
Jika tidak ditangani, HIV akan melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Dengan kondisi ini, Anda akan lebih mudah terserang penyakit serius. Tahap akhir ini lebih dikenal sebagai AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Berikut ini adalah gejala yang muncul pada infeksi HIV tahap terakhir:

  • Noda limfa atau kelenjar getah bening membengkak pada bagian leher dan pangkal paha.
  • Demam yang berlangsung lebih dari 10 hari.
  • Merasa kelelahan hampir setiap saat.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Berat badan turun tanpa diketahui penyebabnya.
  • Bintik-bintik ungu yang tidak hilang pada kulit.
  • Sesak napas.
  • Diare yang parah dan berkelanjutan.
  • Infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, atau vagina.
  • Mudah memar atau berdarah tanpa sebab.

Risiko terkena penyakit yang mematikan akan meningkat pada tahap ini. Misalnya kanker, TB, dan pneumonia. Tapi meski ini penyakit mematikan, pengobatan HIV tetap bisa dilakukan. Penanganan lebih dini bisa membantu meningkatkan kesehatan.

Penyebab HIV Dan AIDS
Di Indonesia penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian untuk pengguna narkotika suntik (penasun).

Entah terjadi gejala atau tidak, seseorang yang terinfeksi HIV bisa menularkan virus kepada orang lain. Orang yang positif mengidap HIV lebih mudah menularkan virus beberapa minggu setelah mereka tertular. Pengobatan terhadap HIV Aids akan menurunkan risiko penyebaran kepada orang lain.

HIV tidak menular semudah itu ke orang lain. Virus ini tidak menyebar melalui udara seperti virus batuk dan flu. HIV hidup di dalam darah dan beberapa cairan tubuh. Tapi cairan seperti air liur, keringat, atau urine tidak bisa menularkan virus ke orang lain. Ini dikarenakan kandungan virus di cairan tersebut tidak cukup banyak. Cairan yang bisa menularkan HIV ke dalam tubuh orang lain adalah:

  • Darah
  • Dinding anus
  • Air Susu Ibu
  • Sperma
  • Cairan vagina, termasuk darah menstruasi

HIV tidak tertular dari ciuman, air ludah, gigitan, bersin, berbagi perlengkapan mandi, handuk, peralatan makan, memakai toilet atau kolam renang yang sama, digigit binatang atau serangga seperti nyamuk.

Penyebaran virus yang paling utama adalah dengan cara hubungan seks melalui vagina dan anal tanpa pelindung. Seks oral tanpa pelindung juga berisiko terinfeksi, tapi risikonya cukup kecil. Penyebaran HIV melalui seks oral akan meningkat jika orang yang melakukan seks oral sedang sariawan atau terdapat luka di mulut. Atau melakukan seks dengan orang yang baru saja terinfeksi HIV dan punya banyak virus di tubuhnya.

Bagaimana jika sudah terlanjur mengidap penyakit HIV Aids? Jawabanya disini

Sumber: Alo Dokter

 

Bagikan informasi tentang Kenali Penyebab dan Gejala HIV/AIDS kepada teman atau kerabat Anda.

Kenali Penyebab dan Gejala HIV/AIDS | Nasa Herbal

1 komentar untuk Kenali Penyebab dan Gejala HIV/AIDS

  • AIdercechurb berkata:

    This condition is pretty limited to the reproductive system and could have several causes for example a consequence of injury or abnormal the flow of blood inside testicles. Thus, when the muscles inside penile area are relaxed, more blood will type in the penis and a harder erection will occur.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 20%
Rp 200.000 Rp 250.000
Ready Stock / NCX
Logo Nasa Herbal
Main Distributor Resmi PT. Natural Nusantara yang terus berkelanjutan berkerjasama dengan distributor-distributor dibawah dukungan herbalis dan pakar bisnis dalam memberikan solusi kesehatan, kosmetik kecantikan, perawatan tubuh, kebutuhan sehari-hari, pertanian, pupuk dan benih.
Nasa Herbal
Jl. Affandi Gg. Mawar 20 B, Depok, Sleman
Yogyakarta - Indonesia
Phone: +62 878-3884-1714

Kantor Pusat
PT. Natural Nusantara (NASA)
Jl. Ring Road Barat No. 72, Gamping Sleman
Yogyakarta - Indonesia
Info Keagenan: +62 878-3884-1714 (Nursita)
SIDEBAR
error: Content is protected by Jogja Software. :)